WARGA SAMBUT ANTUSIAS PELATIHAN PENYELENGGARAAN KIFAYAH JENAZAH

WARGA SAMBUT ANTUSIAS PELATIHAN PENYELENGGARAAN KIFAYAH JENAZAH

Foto bawah : Masjid Jami' Nurul Huda Loa Bakung Samarinda diresmikan Ahad 26 Rabi'ul Awwal 1433 Hijriyah = 19 Februari 2012 Miladiyah.







Rapat Rukun Kematian Al-Ikhlas Loa Bakung Samarinda

Rapat Rukun Kematian Al-Ikhlas Loa Bakung Samarinda

SOSIALISASI NORMALISASI SUNGAI DI LOA BAKUNG

SOSIALISASI NORMALISASI SUNGAI DI LOA BAKUNG

Warga nampak antusias mendengarkan penjelasan Lurah Loa Bakung H. Kimsuri tentang rencana normalisasi sungai, mereka menyambut baik dan mendukung tencana tersebut. Acara berlangsung pada hari Senin, 18 April 2011 pukul 14.30 - 15.30 WITA. bertempat di teras bangunan Klinik Bersalin Muhammadiyah. yang dalam waktu dekat akan mulai difungsikan.

BELAJAR DARI SEJARAH

BELAJAR DARI SEJARAH
Ide tulisan ini muncul ketika penulis menyaksikan berita tentang Gayus setelah vonis, bersamaan dengan itu mendengarkan pula TV Tepian Chanel yang menyiarkan bacaan Al-Qur'an surat Yusuf dan terjemahannya

Rabu, 25 Juli 2012

Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Samarinda bekerjasama dengan BAZ Kecamatan Sungai Kunjang mengadakan kegiatan Sosialisasi Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat, bertempat di Masjid Adz-Dzikro Jl. Cendana Samarinda pada hari Rabu malam Kamis tanggal 6 Ramadhan 1433 Hijriyah = 25 Juli 2012 Miladiyah dari pukul 21.00 sd pukul 23.00 WITA. Ketua BAZ Kecamatan Sungai Kunjang H. Muhajir, S.Ag. dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah yang kedua dalam tahun ini setelah kegiatan yang sama seminggu sebelumnya, tepatnya tanggal 29 Sya'ban = 18 Juli yang lalu di Masjid Ar-Rasyidin Loa Bakung. Rencana selanjutnya tanggal 1 Agustus nanti di Lok Bahu dan tanggal 8 Agustus di Loa Buah. Dalam kesempatan tersebut Muhajir juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pengurus Masjid Adz-Dzikro yang telah menyediakan tempat beserta kelengkapannya. Acara diikuti oleh tak kurang 30 orang terdiri dari Pengurus Masjid/Mushalla dan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari masing-masing Masjid/Mushalla.
Drs. H. Asmuni Alie, M.M. Ketua BAZ Kota Samarinda sebagai Nara Sumber menjelaskan tentang telah terbitnya Undang-Undang yang baru yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sebagai penyempurnaan dari Undang-Undang yang telah ada sebelumnya. Sementara belum terbit Petunjuk Pelaksanaan Undang-Undang yang baru, maka dalam pelaksanaannya masih tetap mengacu kepada petunjuk pelaksanaan yang telah ada. Berbagai program yang telah dilaksanakan oleh BAZ Kota Samarinda juga disampaikan untuk dapat diketahui oleh segenap peserta sosialisasi. Hal yang penting dan mendapat perhatian peserta adalah adanya info Keputusan Rakorda Wilayah IV MUI Se-Kalimantan Tahun 2010 dari Komisi C tentang Penjualan Zakat Fitri Kepada Muzzaki oleh Petugas Penerima Zakat yang menetapkan bahwa 1. Petugas penerima zakat seperti di Amil Zakat atau UPZ, haram menjual beras zakat yang diterimanya kepada calon muzakki yang hendak membayar zakat fitri, 2.Sakat berupa beras yang terkumpul di amil zakat bukanlah milik petugas secara penuh, karena itu tidak sah dijual, salah satu syarat jual beli bahwa barang yang dijual harus dimiliki penjual secara penuh (Milkut tam), 3. Muzakki yang membayar zakat fitri dari beras yang dibeli dari Amil tersebut juga tidak sah. Dengan adanya penjelasan ini insyaAllah bagi Petugas Amil atau UPZ yang dapat mencerna dan memahami makna keputusan tersebut untuk selanjutnya tentu akan lebih berhati-hati dan tidak akan berani menanggung risiko berat apabila dengan sengaja melanggarnya. http://www.facebook.com/media/set/?set=a.459379687420623.106439.100000457866691&type=1


Seseorang yang sedang marah sering menunjukkan perilaku umum yaitu bersuara keras, bahkan memaki-maki diri sendiri, membentak-bentak objek kemarahan, atau berteriak-teriak sambil merusak barang-barang di sekitarnya. Bahkan, kalaupun pada saat marah dia  diam seribu bahasa, hati sebenarnya juga berteriak-teriak meskipun tak terdengar oleh orang lain. Teriakan suara hati ini juga bisa dikategorikan sebagai  bersuara keras.
Ada pertanyaan,  mengapa saat seseorang marah  ia bersuara keras, padahal orang-orang yang menjadi sasaran kemarahan berada tak jauh? Bukankah sebenarnya cukup bersuara dengan volume sedang atau pelan pada saat “menyampaikan” kemarahan, karena toh orang-orang yang  dimarahi tidaklah tuli?
Kata orang bijak Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi. Sebaliknya, ketika dua orang saling jatuh cinta maka mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak sehingga sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Artinya, kemarahan bisa membentangkan jarak menjadi jauh antara hati seseorang dengan hati orang-orang yang dimarahi. Hal ini ditandai dengan suara keras yang diperdengarkan. Logikanya cukup sederhana, suara yang keras diperlukan untuk menyampaikan pesan kepada orang yang berada relatif jauh. Kalau ia berada dekat tentu cukup dengan bersuara pelan saja. Nah, dalam kondisi marah, suara keras membuat hati seseorang terasa jauh dari hati orang yang dimarahi meskipun secara fisik keduanya berdekatan.
Semakin keras seseorang yang marah  membentak, maka jarak yang membentang diantara keduanya semakin lebar. Efek emosional dari bentangan jarak itu adalah rasa geram yang semakin membesar kepada objek kemarahan seiring detik demi detik yang dilalui ketika seseorang sedang marah.

Insya Allah kondisi yang terjadi adalah sebaliknya jika  seseorang bisa mengendalikan suara  yaitu lebih memilih bersuara lembut saat kemarahan datang. Suara lembut ini dapat mendekatkan kembali dua hati manusia  yang bergerak menjauh saat dilanda banjir amarah.       Pada akhirnya, kemarahan tersebut ditutup dengan pemaafan, keridhaan, dan rasa cinta. Dalam suasana tenang pun suara lembut ini menjadi lambang cinta. Lihat saja seorang suami yang sedang menyatakan cinta kepada istrinya. Suaranya begitu lembut, pelan, dan bahkan sampai tak terdengar. Walaupun tak terdengar sang istri tetap dapat merasakan dan memahami curahan cinta itu, cukup dengan menatap mata sang suami. Dan begitu pula sebaliknya.    Hal ini disebabkan hati mereka menjadi sangat dekat satu sama lain.

Dikutip dan disarikan  dari :
http://heartofalfikr.wordpress.com/2007/11/24/bentang-di-antara-dua-hati/

TUNTUNAN AL-QUR’AN :

"Dan sebutlah (Nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), serta tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang.  Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. " (QS. Al-A'raaf: 205)

“Sederhanalah kamu dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (QS Luqman :  19).

(disampaikan oleh Kunarso di depan Jamaah Qiyam Ramadhan 1433 Hijriyah pada  tgl. 25 Juli 2012  di Sekretariat Panitia Pembangunan Masjid Nuruz Zaman  Kompleks Muhammadiyah Loa Bakung, Samarinda)
Simak lebih lanjut  di  http://azkuna.blogspot.com    dan facebook http://www.facebook.com/azkuna

Kamis, 06 Januari 2011

WAKIL WALIKOTA BUKA MTQ KEC. SUNGAI KUNJANG XXXIII

ALHAMDULILAH, SUKSES DAN HIKMAT
WAKIL WALIKOTA Samarinda, Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi resmi membuka MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang yang ke 33, di Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Loa Bakung pada hari Selasa malam Rabu 29 Muharram tahun 1432 Hijriyah

Suasana meriah mewarnai acara pembukaan MTQ yang digelar di halaman Masjid terbesar di Loa Bakung, walaupun demikian tetap berlangsung penuh hikmat. Sebelum acara resmi, anak-anak TPA Ar-Rasyidin menunjukkan kebolehannya menyanyikan beberapa lagu mengiringi tamu yang datang. Para tamu undangan mengambil tempat duduk menempati kursi yang disediakan oleh panitia, 500 kursi yang disediakan terisi penuh sehingga pengunjung lainnya cukup puas menyaksikan acara dengan berdiri. Group Qasidah Modern Ar-Rahman yang tampil menyanyikan lagu-lagu dengan gerakan penyanyinya yang dinamis menambah suasana menjadi meriah.

Acara diawali dengan masuknya Group Marching Band Gabungan SMP dan SMA Muhammadiyah 2 Karangasam Samarinda, melantunkan Mars MTQ bergerak maju memasuki tempat upacara diikuti dengan berturut-turut kafilah MTQ dari 7 Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang. Seorang Pramuka berjalan di depan membawa papan pengenal diikuti oleh anggota kontingen dan official dari masing-masing kafilah, selanjutnya kafilah duduk di kursi. Kembali Group Marching Band memainkan instrumentalia yang menyemarakkan suasana dan membuat para hadirin terpaku menyaksikannya. Acara resmi setelah dibuka oleh protokol, dimulai dengan pembacaan do’a oleh Kepala KUA Kecamatan Sungai Kunjang dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Laporan Panitia disampaikan oleh Ketua Harian Panitia Pelaksana MTQ Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII Ir. Kunarso, MP. Dalam laporannya disebutkan bahwa peserta MTQ diikuti oleh 7 Kafilah dari 7 Kelurahan se Sungai Kunjang dengan jumlah peserta 113 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 52 perempuan.

Mengawali sambutannya, Kunarso mengutip ayat al-Qur’an Surat Luqman (31 : 2-3) yang artinya : “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan”. Ayat inilah yang mendorong semangat pelaksanaan MTQ kali ini, bukan hanya sekedar untuk membaca dan melantunkannya saja, tetapi lebih dari itu yang lebih penting adalah mengamalkannya sehari-hari dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu dengan berbuat kebaikan.
Ucapan terimakasih disampaikan oleh Kunarso kepada segenap undangan yang berkenan hadir memenuhi harapan panitia, terimakasih juga disampaikan kepada segenap pihak yang telah berpartisipasi menysukseskan acara sejak dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan nantinya. Diinformasikan kepada masyarakat luas bahwa acara akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan akan ditutup pada hari Sabtu malam Ahad yang akan datang. Untuk itu pesan khusus disampaikan kepada segenap pengunjung agar tetap menjaga suasana hikmat selama dalam pelaksanaan MTQ dengan menyimak ayat Al-Qur’an Surat Al-A’raaf (7:204) yang artinya “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
Setelah laporan panitia dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan dan Pembai’atan Dewan Hakim MTQ.

Camat Sungai Kunjang Nurrahmani, S.IP, MM dalam kata sambutannya mengemukakan bahwa acara kali ini sangat istimewa, alasannya acara dihadiri oleh dua orang Ketua Umum yang kali ini di jabat oleh Lurah Loa Bakung, karena ada Lurah sebelumnya Drs. Samlian Noor, MSi dan lurah yang baru dilantik H. Kimsuri, juga ada dua Sekretaris Kecamatan karena ada Sekcam yang baru dilantik jadi camat di ke kecamatan lain dan Sekcam baru yang tidak lain adalah Drs. Syamli’an Noor, MSi yang dilantik jadi Sekcam Sungai Kunjang.

Ucapan basmalah “Bismillaahirrahmanirahiim” oleh Wakil Walikota Samarinda Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi sekaligus menjadi pernyataan resmi dibukanya MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII.

Selasa, 04 Januari 2011

SAMBUTAN KETUA MTQ TINGKAT KECAMATAN SUNGAI KUNJANG XXXIII PADA ACARA PEMBUKAAN
Dibacakan oleh Ir. Kunarso, MP (Ketua Harian Panitia Pelaksana)



Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahilladzi qoil : “Tilka aayaatul kitabil hakiim, hudau wa rohmatal lil muhsinin;
Wasshalaatu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammadiuwa’ala alihi, wa ashaabihi, wa man tabi’ahum bil ikhsani ila yaumiddiin, ammaa ba’d :

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah berfirman : “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (QS : 2-3).

Semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan semua saja mereka yang mengikuti ajarannya dengan baik dan benar sampai dengan hari qiyamat.

Yang terhormat Bapak Wakil Walikota Samarinda,
Yang terhormat Ibu Camat Sungai Kunjang dan semua Pimpinan instansi tingkat kecamatan (Bapak Kapolsek, Bapak Dan Ramil Samarinda Ulu, Bapak Kepala KUA dan Bapak Ketua BAZ Kecamatan SKJ)

Yang Terhormat Bapak Lurah Loa Bakung, lurah-lurah terdahulu maupun lurah sekarang dan Bapak Lurah yang baru dilantik.

Yang Terhormat Bapak- Bapak Dewan Hakim MTQ Sungai Kunjang ke 33,

Yang Terhormat Bapak-Bapak Tokoh Masyarakat, Alim-‘Ulama, Ketua Pengurus Masjid / Mushalla dan Ketua RT se Loa Bakung,
Yang Terhormat Bapak/Ibu donatur yang berpartisipasi mensukseskan acara musabaqah;
Yang Terhormat semua Ketua Kafilah beserta segenap anggotanya utusan dari seluruh Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang,
Bapak, Ibu, Muslimiin dan Muslimat hadirin sekalian rahimakumullah.

Perkenankanlah kami dari segenap jajaran Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII terlebih dahulu menyampaikan ucapan terimakasih kepada hadirin sekalian yang telah meluangkan waktu memenuhi undangan kami untuk hadir di tempat ini, di halaman Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Loa Bakung yang pembangunannya masih terus berlangsung dan belum selesai (kalau sudah selesai nanti jika dilihat nampak seperti yang ada pada gambar), semuanya insyaAllah hadir dengan penuh keikhlasan ingin menyaksikan Pembukaan Acara MTQ pada hari ini Selasa malam Rabu tanggal 29 Muharram 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 4 Januari 2011 Miladiyah. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada segenap pihak yang ikut berpartisipasi mensukseskan acara musabaqah sejak persiapan, pelaksanaan sampai dengan penutupan nantinya, diantaranya yang tertera pada spanduk diding samping, Demikian pula kepada segenap pihak yang ikut menyemarakkan suasana pembukaan acara malam ini, ada Paduan Suara SMA Negeri 8 Samarinda, Group Marching Band Gabungan SMP dan SMA Muhammadiyah 2 Karangasam, Group Qasidah TPA Ar-Rasyidin, MC dan peserta yang mengisi stand pasar murah.

Selanjutnya, perlu kami sampaikan laporan Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII sebagai berikut :

A. DASAR PELAKSANAAN

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;
2. Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 1982 dan Nomor 240 Tahun 1982;
3. Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 240 Tahun 1988 tanggal 20 Maret 1988
4. Instruksi Lembaga Pengembagan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Samarinda Nomor 002/LPTQ-Nas/II/1978;
5. Surat Keputusan Camat Sungai Kunjang nomor 55/647206/XI/2010 tanggal 1 Nopember 2010.

B. TUJUAN

1. Memantapkan semangat ukhuwah Islamiyah;
2. Meningkatkan kualitas seni baca Al-Qur’an;
3. Memantapkan pemahaman dan pengamalan terhadap isi dan kandungan ajaran Al-Qur’an;
4. Membangun partisipasi aktif Ummat Islam dalam rangka membentuk tatanan masyarakat Madani dan Generasi Qur’ani yang ber-akhaqul karimah.

C. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII dilaksanakan insyaAllah Pembukaanya pada hari ini Selasa malam Rabu tanggal 29 Muharram 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 4 Januari 2010 Miladiyah ber tempat di halaman Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Jl. Jakarta Kel. Loa Bakung. Selanjutnya pelaksanaan semua musabaqah di pusatkan di kompleks Masjid Ar-Rasyidin sejak pembukaan malam ini sampai dengan tiga hari ke depan dan isnyaAllah akan di tutup pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 3 Shafar 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 8 Januari 20010 Miladiyah.

D. CABANG YANG DIPERLOMBAKAN

1. Musabaqah Tartilul Qur’an;
2. Musabaqah Tilawatil Qur’an ( Golongan anak-anak, Remaja dan Dewasa);
3. Musabaqah Taahfizul Qur’an ( Golongan 1 Juz, 5 Juz, 10 Juz dan 20 Juz);
Untuk Golongan 30 Juz tidak ada peserta;
4. Musabaqah Kaligrafi Al-Qur’an (katagori Dekorasi, Mushaf dan Naskah);
5. Musabaqah Fahmil Qur’an;
6. Musabaqah Syarhil Qur’an;
7. Mushabaqah Tafsir Al-Qur’an; dan
8. Musabah Memahami Kandungan Al-Qur'an

E. KEPANITIAAN

Susunan Personalia Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII Tahun 2011 terdiri dari unsur aparatur dan masyarakat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.

F. PENDANAAN

1. Pemerintah Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda;
2. Dana Partisipasi Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang;
3. Sumbangan Masyarakat, Pengusaha, Donatur dan Para Dermawan;
4. Dana bantuan BAZ Kota Samarinda Rp. 5.000.000,-
5. Sponsor Ship.

G. PESERTA DAN OFFICIAL

Peserta Musabaqah yang telah terdaftar hadir mengikuti MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXIII sebanyak 7 Kafilah berasal dari 7 kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 113 orang terdiri dari 61 orang peserta laki-laki dan 52 orang perempuanl. Secara rinci adalah sebagai berikut :

Kafilah Kel. Loa Buah dengan 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, jumlah 10 orang;
Kafilah Kel. Loa Bahu dengan 13 orang laki-laki dan 13 orang perempuan, jumlah 26 orang;
Kafilah Kel. Loa Bakung dengan 10 orang laki-laki dan 8 orang perempuan, jumlah 18 orang;
Kafilah Kel. Krg Asam Ilir dengan 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, jumlah 10 orang;
Kafilah Kel. Krg Asam Ulu dengan 10 orang laki-laki dan 14 orang perempuan, jumlah 24 orang;
Kafilah Kel. Krg Anyar dengan 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, jumlah 11 orang;
Kafilah Kel. TL Ulu dengan 8 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, jumlah 14 orang; .


H. PESAN

Pesan perlu kami sampaikan kepada segenap hadirin yang mengikuti acara pembukaan malam ini, dan segenap Ummat Muslim seluruhnya agar memperhatikan Firman Allah yang artinya : “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat “ (QS 7 : 204)


I. PENUTUP

Panitia telah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk suksesnya acara yang pembukaannya dilaksanakan pada malam ini, walaupun demikian tidak mustahil di sana-sini masih ada kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, untuk itu kami percaya Bapak/Ibu hadirin sekalian dapat memahami dan berkenan memaafkannnya. Atas segala partisipasi dan bantuan berbagai pihak yang penuh dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah semata, dengan ini kami ucapkan terimakasih teriring doa : “jazakumullahu khairan katsira, semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik dan lebih banyak”.

Demikian laporan secara ringkas ini kami sampaikan untuk dapat diketahui dan pada saatnya nanti insyaAllah Ibu Camat berkenan memberikan kata sambutan dan Bapak Wakil Walikota Samarinda berkenan membuka acara secara resmi.

Akhirul kalam,
Nuun, Wal Qolami wa maa yasthuruun, Demi kalam dan apa yang mereka tulis.



Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.



SELINGAN:
Dalam menyampaikan laporan, Kunarso sempat menyampaikan selingan kata yang memberikan gambaran tentang keberhasilan pelaksanaan MTQ adalh jika masyarakat telah memahami dan mau mengamalkan Al-Qur'an sehari-hari, tidak mustahul nantinya masyarakat akat mengusulkan penyempurnaan Semboyan Kota Samarinda menjadi SAMARINDA KOTA MAQBUL, M = Maju dan Mandiri penduduknya;
A = Aman suasananya;
Q = Qur’ani masyarakatnya;
B = Bermartabat pemerintahan dan pengusahanya;
U = Unggul kualitas produksinya;
L = lestari lingkungan hidup dan alamnya.

Jika perlu ditambahi lagi A dibelakangnya jadi MAQBULA
A = Aduhai pemuda dan pemudinya.



Acara berikutnya Pelantikan Dewan Hakim Oleh Camat Sungai Kunjang dan disambung dengan Sambutan Camat Sungai Kunjang, Noor Rahmani, SIP, MSi kemudian sambutan Wakil Walikota Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi yang selanjutnya membuka MTQ secara resmi.

Jumat, 24 Desember 2010

WARGA LOA KUMBAR, KINI MASIH BERSABAR


CAMAT Sungai Kunjang Nurrahmani, S.IP, MM beserta rombongan mengadakan kunjungan ke daerah terpencil di wilayah kerjanya yaitu Loa Kumbar, Kamis 23 Desember 2010. Berangkat dari Kantor Kecamatan pukul 08.30 WITA dan kembali sampai di tempat semula pukul 13.00 WITA. Rombongan ber jumlah 19 orang, ikut serta dalam rombongan tersebut Kepala KUA Sungai Kunjang, Ketua dan Anggota BAZ Sungai Kunjang, dokter dari PUSKESMAS Loa Bakung, dan staf Kecamatan Sungai Kunjang.

Secara administratif, Loa Kumbar adalah termasuk wilayah Kelurahan Loa Buah, yaitu RT 19. Sebenarnya lokasi Loa Kumbar tidaklah terlalu jauh, tidak lebih dari 10 km ke arah ulu dari Jembatan Mahulu, hanya saja belum ada akses jalan darat untuk mencapai daerah tersebut, sehingga untuk mencapainya rombongan naik kapal dari dermaga Loa Buah yang perlu waktu sekitar setengah jam.

Walaupun demikian, belum adanya akses jalan darat menuju ke Kelurahan Loa Bahu ataupun ke Kecamatan Sungai Kunjang membuat warga setempat lebih banyak berinteraksi dengan warga Desa Loa Duri di Kabupaten Kutai Kertanegara yang yang untuk mencapainya dengan naik perahu atau ces.

Begitu sampai di dermaga Loa Kumbar yang terlihat bangunan bekas Pabrik Plywood PT Wahana Rimba Kencana yang telah tidak terawat lagi karena telah ditutup. Sekolah Taman Kanak-Kanak yang menempati sebagian bekas kantor kantor perusahaan tersebut sungguh amat memprihatinkan, muridnya tanpa pakaian seragam dan gurunyapun berpakaian seperti biasa pakaian di rumah. Kondisi inilah yang menggugah Camat Sungai Kunjang untuk mengajak rombongannya untuk melihat bersama dan mengharapkan pemikiran untuk memajukannya.

Ketua RT 19 Loa Kumbar Ardiansyah didampingi seorang warganya Abdullah menyampaikan informasi bahwa warganya sebanyak 77 Kepala Keluarga, sebagian bekerja sebagai petani dengan menanam pisang di ladang dan sebagian bekerja mencari pasir di Sungai Mahakam. Semula daerah ini cukup ramai ketika saat itu ada perusahaan plywood masih aktif berproduksi. Namun kini, setelah perusahaan tutup kondisi menjadi sepi, lebih menyedihkan lagi Mushalla yang ada di dalam pagar perusahaan tertutup pagar dan tidak dimanfaatkan lagi, padahal masyarakat memerlukannya.

Pendidikan anak-anak di lokasi ini mengalami kesulitan karena sekolah yang ada di tempat ini hanya TK, sedangkan untuk Sekolah Dasar dan SMP terpaksa sekolah di Loa Duri yang untuk mencapainya perlu naik perahu atau ces menyeberang sungai besar. Anak-anak banyak yang putus sekolah, pemuda yang berusia antara 15 sampai 25 tahun kebanyakan bekerja mencari paser di Sungai Mahakam. Sedangkan orang tua yang bertani dengan tanaman pisang kesulitan untuk memasarkan hasilnya. Hasil produksi pisang biasa dijual ke Pasar Subuh di Loa Janan Ulu, untuk mengangkut pisang ke pasar tersebut warga berangkat dari rumah sekitar pukul dua malam sehingga pagi subuh sampai di pasar dan dibeli oleh tengkulak yang sudah siap membeli dengan harga murah.

Pada kesempatan baik ini, Ardiansyah menyampaikan harapan warga setempat agar kondisi daerah ini yang terisolasi dapat segera diatasi yaitu dengan membangun jalan tembus menuju ke Kelurahan Loa Buah sehingga memudahkan anak untuk bersekolah. “Memang warga kami sampai kini masih bersabar, tetapi tidak ingin terus begini” mungkin demikian yang terbersit di dalam hatinya dan tidak sempat terucapkan.

Pada kesempatan kunjungan kali ini, Camat menyerahkan bantuan sebanyak Rp. 5.000.000,- kepada TK Cahaya Bunda yang diterima oleh Pembina TK Khairiyah, SPd. Dana bantuan berasal dari BAZ Kecamatan Sungai Kunjang.

Khairiyah menyatakan kegembiraannya atas perhatian Ibu Camat yang demikian besar terhadap TK yang dibinanya dan menyampaikan rencananya untuk menggunakan uang tersebut untuk menambah kelengkapan alat peraga dan seragam sekolah.

Kegiatan kunjungan ini juga dirangkai dengan penimbangan Balita di POSYANDU yang menempati Rumah Ketua RT, bersamaan dengan itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Warga masyarakat setempat dengan antusiasme tinggi menyambut rombongan yang datang mengunjungi daerahnya.

Nurrahmani dalam sambutannya memberikan semangat kepada warga agar terus berupaya untuk maju, khususnya anak-anak harus sekolah karena sekolah perlu untuk mendapatkan bekal untuk kehidupan di hari depan. Oleh karena itu, mengajak semua pihak untuk ikut memikirkan pembangunan di daerah ini jangan sampai terus tertinggal seperti ini.

Gambar dan Info lebih lanjut silahkan buka album foto di face book Azkun Kunarso atau http://loabakungceria.blogspot.com

Sabtu, 31 Juli 2010

MASJID JAMI' NURUL HUDA LOA BAKUNG DAN ARAH KIBLAT

Garis merah adalah arah kiblat, dibandingkan dengan arah bangunan lama Masjid Jami' Nurulk Huda Loa Bakung ternyata tidak sama, arah bangunan terlalu ke kiri dibandingkan dengan arah kiblat.

Kamis, 15 Juli 2010

SAAT TEPAT PENENTUAN ARAH KIBLAT






Pada saat matahari tepat di atas ka'bah, Jum'at 16 Juli 2010 pukul 17.27' WITA, maka garis bayangan yang terbentuk dari suatu benda adalah sesuai dengan arah kiblat.











Sahabat angkasa, Muthoha Arkanudin, dibawah ini menuliskan hari khusus dan istimewa buat kaum muslimin, yaitu hari dimana pada jam tertentu merupakan saat matahari tepat berada diatas Kabah. Sehingga mudah bagi daerah-daerah lain untuk mengukur ulang, mengkoreksi atau malah membuat masjid baru yang mengarah ke kiblat.
Hari Meluruskan Arah Kiblat
Oleh : Mutoha Arkanuddin

Istiwa A’dhom, teknik sederhana namun akurat dalam penentuan arah kiblat.

Apakah arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat.

Apakah arah kiblat cukup ke BARAT? Sebagaimana yang difatwakan oleh MUI beberapa waktu yang lalu? Jawabannya tentu TIDAK! Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan (saking mudahnya RED)

“Dan dari mana saja engkau keluar (untuk shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah : 149)

“Baitullah ( Ka’bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR. Al-Baihaqi)

“Jika kamu mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat, lalu takbir, kemudian bacalah apa yang kamu hafal dari qur’an, lalu ruku’ sampai sempurna, kemudian i’tidal sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, kemudian duduk di antara dua sujud sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, lakukanlah yang demikian itu setiap rekaat.” (HR. Abu Hurairah)

Dalam ajaran Islam, mengadap ke arah kiblat atau bangunan Ka’bah yang berada di Masjidil Haram adalah merupakan tuntutan syariah dalam melaksanakan ibadah tertentu. Berkiblat wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah Muslim. Menghadap kiblat juga merupakan ibadah sunah ketika tengah azan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.
Theodolit dan GPS dikenal sebagai pengukur arah kiblat yang presisi, namun demikian penggunaan peralatan ini tergolong sulit dan mahal biayanya.

Berdasarkan kebiasaan yang berkembang di masyarakat, terdapat beberapa kaidah yang sering digunakan untuk mengetahui ketepatan arah kiblat. Diantaranya adalah menggunakan kompas kiblat, kompas sajadah atau peralatan canggih seperti pesawat GPS dan theodoliti. Kini, melalui teknologi penginderaan jarah jauh yang disediakan cuma-cuma oleh Google via internet menggunakan software Google Earth atau secara online disediakan oleh situs-situs seperti Qibla Locator atau RHI Qibla Locator yang memanfaatkan fasilitas Google Map Api (GMA) kita dengan mudah dapat mengetahui arah kiblat sebuah bangunan masjid secara visual dan jelas. Namun demikian penggunaan kaidah-kaidah tersebut sering terkendala beberapa masalah. Kompas belumlah dikatakan sebagai alat ukur yang presisi. Sebab dalam penggunaannya, kompas sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut berupa penyimpangan jarum kompas baik oleh variasi magnetik secara global maupun atraksi magnetis secara lokal oleh logam di sekitarnya. Belum lagi skala kompas biasanya terlalu kasar. Sementara, penggunaan GPS dan theodolit untuk mengukur arah kiblat walaupun bisa mendapatkan hasil yang lebih presisi namun dalam prakteknya kedua peralatan tersebut tidak mudah didapatkan karena harganya yang cukup mahal. Walaupun Google Earth maupun fasilitas qibla locator secara online dapat membantu mengetahui arah kiblat secara visual dengan perhitungan yang sangat akurat, namun piranti tersebut bukan merupakan alat ukur yang presisi di lapangan dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu.
Pada setiap tanggal 28 Mei dan 16 Juli Matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Lantas apakah bisa mengukur arah kiblat secara presisi dengan biaya yang murah? Jawabannya adalah BISA! Yaitu dengan menggunakan fenomena astronomis yang terjadi pada hari yang disebut sebagai yaumul rashdul qiblat atau hari meluruskan arah kiblat karena saat itu Matahari tepat di atas Ka’bah. Fenomena yang terjadi 2 kali selama setahun ini dikenal juga dengan istilah Transit Utama atau Istiwa A’dhom.

Istiwa, dalam bahasa astronomi adalah transit yaitu fenomena saat posisi Matahari melintasi di meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Setiap hari dalam wilayah Zona Tropis yaitu wilayah sekitar garis Katulistiwa antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS posisi Matahari saat istiwa selalu berubah, terkadang di Utara dan disaat lain di Selatan sepanjang garis Meridian. Hingga pada saat tertentu sebuah tempat akan mengalami peristiwa yang disebut Istiwa A’dhom yaitu saat Matahari berada tepat di atas kepala pengamat di lokasi tersebut.
Konsepnya sederhana! Saat Matahari di atas Ka’bah maka semua bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah

Hal ini bisa difahami sebab akibat gerakan semu Matahari yang disebut sebagai gerak tahunan Matahari. Ini diakibat selama Bumi beredar mengelilingi Matahari sumbu Bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun Matahari terlihat mengalami pergeseran antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS. Pada saat nilai azimuth Matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa A’dhom yaitu melintasnya Matahari melewati zenit lokasi setempat.

Demikian halnya Ka’bah yang berada pada koordinat 21,4° LU dan 39,8° BT dalam setahun juga akan mengalami 2 kali peristiwa Istiwa A’dhom yaitu setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 waktu setempat dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 waktu setempat. Jika waktu tersebut dikonversi maka di Indonesia peristiwanya terjadi pada 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari.
28 MEI 2010 @ 16:18 WIB
16 JULI 2010 @ 16:27 WIB

MATAHARI TEPAT DI ATAS KA’BAH
POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT
BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT
Untuk lebih akurat pengukuran disarankan menggunakan benang besar yang berbandul daripada sekedar menggunakan tongkat yang ternyata sulit membuatnya benar-benar tegak.
Saya menyebut untuk alat benang berbandul tersebut dengan istilah Solar Shadow Tracker (SST) – penjejak bayangan Matahari.

Teknik penentuan arah kiblat pada hari Rashdul Qiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga sudah banyak yang menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa A’dhom tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat yang benar.

Bahkan dengan menggunakan software khusus yang dapat mengetahui pergerakan benda langit secara presisi kapan secara persis terjadinya Istiwa A’dham dapat diketahui. Untuk tahun 2010 ini misalnya menurut software Starrynight Pro Plus Versi 6.3.8 yaitu sebuah software astronomi yang memiliki tingkat ketepatan sangat tinggi, peristiwa Istiwa A’dhom terjadi pada 28 Mei 2010 pukul 12:17:59 WS atau 16:17:59 WIB dan 16 Juli 2010 pukul 12:26:48 WS atau 16:26:48 WIB. Namun secara praktis angka tersebut bisa dibulatkan ke menit.
Tempat yang memungkinkan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli hanya di daerah terang saja.

Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan adalah ke Timur, maka arah bayangan yang menuju ke tongkat adalah merupakan arah kiblat yang benar. Jika anda khawatir gagal karena Matahari terhalang oleh mendung maka toleransi pengukuran dapat dilakukan pada H-2 hingga H+2. Satu hal penting yang harus kita perhatikan adalah JAM yang kita gunakan hendaknya sudah terkalibrasi dengan tepat. Untuk mengetahui standard waktu yang tepat bisa digunakan tanda waktu saat Berita di RRI, layanan telpon 103 atau menggunakan jam atom yang disediakan oleh layanan internet.
Istiwa A’dhom di antipode (Nadir) Ka’bah dapat digunakan sebagai acuan penentuan arah kiblat secara presisi untuk wilayah yang tidak memungkinkan melakukan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli.

Penentuan arah kiblat menggunakan fenomena ini hanya berlaku untuk tempat-tempat yang pada saat peristiwa Istiwa A’dhom dapat secara langsung melihat Matahari. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu Matahari sudah terbenam seperti Wilayah Indonesia Timur (WIT) praktis teknik ini tidak dapat digunakan. Maka ada fenomena lain yang dapat digunakan oleh daerah-daerah tersebut sehingga dapat mengetahui arah kiblat secara presisi. Fenomena itu adalah saat Matahari berada tepat di bawah Ka’bah yaitu saat Istiwa A’dhom terjadi di titik Nadir (Antipode) Ka’bah yang terjadi pada setiap tanggal 13 Januari dan 28 November.

Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa A’dhom :

1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/ langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter. Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.
3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.
4. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkan penyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’dhom berlangsung.
5. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)
6. Tunggu sampai saat Istiwa A’dhom terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya
7. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.

Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Semoga cuaca cerah.

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya lebih dikabulkan. Amin.

Keterangan lengkap hubungi Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082.

CATATAN:
Untuk lebih akurat yg 28 Mei, hari sebelumnya dikurangi 3 menit per hari sesudahnya ditambah 3 menit per hari. Yang 16 Juli hari sebelumnya ditambah 3 menit per hari sesudahnya dikurangi 3 menit per hari. Masih cukup presisi. Kalaupun tidak dikoreksi jg masih ckp akurat krn hanya berbeda 0,2drjt setiap hari atau sekitar 10′ (menit busur) sementara diameter sumber cahaya (matahari) jauh lebih besar yaitu sekitar 0,5drjt atau 30′.

Diarsipkan di bawah: Dongeng Geologi, RuPa-RupI

Info lain, silahkan buka http://azkun.blogspot.com
http://nuruzzaman-blogspot.com
http://nurda-azkun.blogspot.com
http://loabakungceria.blogspot.com