WARGA SAMBUT ANTUSIAS PELATIHAN PENYELENGGARAAN KIFAYAH JENAZAH

WARGA SAMBUT ANTUSIAS PELATIHAN PENYELENGGARAAN KIFAYAH JENAZAH

Foto bawah : Masjid Jami' Nurul Huda Loa Bakung Samarinda diresmikan Ahad 26 Rabi'ul Awwal 1433 Hijriyah = 19 Februari 2012 Miladiyah.







Rapat Rukun Kematian Al-Ikhlas Loa Bakung Samarinda

Rapat Rukun Kematian Al-Ikhlas Loa Bakung Samarinda

SOSIALISASI NORMALISASI SUNGAI DI LOA BAKUNG

SOSIALISASI NORMALISASI SUNGAI DI LOA BAKUNG

Warga nampak antusias mendengarkan penjelasan Lurah Loa Bakung H. Kimsuri tentang rencana normalisasi sungai, mereka menyambut baik dan mendukung tencana tersebut. Acara berlangsung pada hari Senin, 18 April 2011 pukul 14.30 - 15.30 WITA. bertempat di teras bangunan Klinik Bersalin Muhammadiyah. yang dalam waktu dekat akan mulai difungsikan.

BELAJAR DARI SEJARAH

BELAJAR DARI SEJARAH
Ide tulisan ini muncul ketika penulis menyaksikan berita tentang Gayus setelah vonis, bersamaan dengan itu mendengarkan pula TV Tepian Chanel yang menyiarkan bacaan Al-Qur'an surat Yusuf dan terjemahannya

Kamis, 06 Januari 2011

WAKIL WALIKOTA BUKA MTQ KEC. SUNGAI KUNJANG XXXIII

ALHAMDULILAH, SUKSES DAN HIKMAT
WAKIL WALIKOTA Samarinda, Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi resmi membuka MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang yang ke 33, di Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Loa Bakung pada hari Selasa malam Rabu 29 Muharram tahun 1432 Hijriyah

Suasana meriah mewarnai acara pembukaan MTQ yang digelar di halaman Masjid terbesar di Loa Bakung, walaupun demikian tetap berlangsung penuh hikmat. Sebelum acara resmi, anak-anak TPA Ar-Rasyidin menunjukkan kebolehannya menyanyikan beberapa lagu mengiringi tamu yang datang. Para tamu undangan mengambil tempat duduk menempati kursi yang disediakan oleh panitia, 500 kursi yang disediakan terisi penuh sehingga pengunjung lainnya cukup puas menyaksikan acara dengan berdiri. Group Qasidah Modern Ar-Rahman yang tampil menyanyikan lagu-lagu dengan gerakan penyanyinya yang dinamis menambah suasana menjadi meriah.

Acara diawali dengan masuknya Group Marching Band Gabungan SMP dan SMA Muhammadiyah 2 Karangasam Samarinda, melantunkan Mars MTQ bergerak maju memasuki tempat upacara diikuti dengan berturut-turut kafilah MTQ dari 7 Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang. Seorang Pramuka berjalan di depan membawa papan pengenal diikuti oleh anggota kontingen dan official dari masing-masing kafilah, selanjutnya kafilah duduk di kursi. Kembali Group Marching Band memainkan instrumentalia yang menyemarakkan suasana dan membuat para hadirin terpaku menyaksikannya. Acara resmi setelah dibuka oleh protokol, dimulai dengan pembacaan do’a oleh Kepala KUA Kecamatan Sungai Kunjang dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Laporan Panitia disampaikan oleh Ketua Harian Panitia Pelaksana MTQ Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII Ir. Kunarso, MP. Dalam laporannya disebutkan bahwa peserta MTQ diikuti oleh 7 Kafilah dari 7 Kelurahan se Sungai Kunjang dengan jumlah peserta 113 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 52 perempuan.

Mengawali sambutannya, Kunarso mengutip ayat al-Qur’an Surat Luqman (31 : 2-3) yang artinya : “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan”. Ayat inilah yang mendorong semangat pelaksanaan MTQ kali ini, bukan hanya sekedar untuk membaca dan melantunkannya saja, tetapi lebih dari itu yang lebih penting adalah mengamalkannya sehari-hari dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu dengan berbuat kebaikan.
Ucapan terimakasih disampaikan oleh Kunarso kepada segenap undangan yang berkenan hadir memenuhi harapan panitia, terimakasih juga disampaikan kepada segenap pihak yang telah berpartisipasi menysukseskan acara sejak dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan nantinya. Diinformasikan kepada masyarakat luas bahwa acara akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan akan ditutup pada hari Sabtu malam Ahad yang akan datang. Untuk itu pesan khusus disampaikan kepada segenap pengunjung agar tetap menjaga suasana hikmat selama dalam pelaksanaan MTQ dengan menyimak ayat Al-Qur’an Surat Al-A’raaf (7:204) yang artinya “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
Setelah laporan panitia dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan dan Pembai’atan Dewan Hakim MTQ.

Camat Sungai Kunjang Nurrahmani, S.IP, MM dalam kata sambutannya mengemukakan bahwa acara kali ini sangat istimewa, alasannya acara dihadiri oleh dua orang Ketua Umum yang kali ini di jabat oleh Lurah Loa Bakung, karena ada Lurah sebelumnya Drs. Samlian Noor, MSi dan lurah yang baru dilantik H. Kimsuri, juga ada dua Sekretaris Kecamatan karena ada Sekcam yang baru dilantik jadi camat di ke kecamatan lain dan Sekcam baru yang tidak lain adalah Drs. Syamli’an Noor, MSi yang dilantik jadi Sekcam Sungai Kunjang.

Ucapan basmalah “Bismillaahirrahmanirahiim” oleh Wakil Walikota Samarinda Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi sekaligus menjadi pernyataan resmi dibukanya MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII.

Selasa, 04 Januari 2011

SAMBUTAN KETUA MTQ TINGKAT KECAMATAN SUNGAI KUNJANG XXXIII PADA ACARA PEMBUKAAN
Dibacakan oleh Ir. Kunarso, MP (Ketua Harian Panitia Pelaksana)



Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahilladzi qoil : “Tilka aayaatul kitabil hakiim, hudau wa rohmatal lil muhsinin;
Wasshalaatu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammadiuwa’ala alihi, wa ashaabihi, wa man tabi’ahum bil ikhsani ila yaumiddiin, ammaa ba’d :

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah berfirman : “Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang penuh hikmah, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan (QS : 2-3).

Semoga Allah SWT melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita, Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan semua saja mereka yang mengikuti ajarannya dengan baik dan benar sampai dengan hari qiyamat.

Yang terhormat Bapak Wakil Walikota Samarinda,
Yang terhormat Ibu Camat Sungai Kunjang dan semua Pimpinan instansi tingkat kecamatan (Bapak Kapolsek, Bapak Dan Ramil Samarinda Ulu, Bapak Kepala KUA dan Bapak Ketua BAZ Kecamatan SKJ)

Yang Terhormat Bapak Lurah Loa Bakung, lurah-lurah terdahulu maupun lurah sekarang dan Bapak Lurah yang baru dilantik.

Yang Terhormat Bapak- Bapak Dewan Hakim MTQ Sungai Kunjang ke 33,

Yang Terhormat Bapak-Bapak Tokoh Masyarakat, Alim-‘Ulama, Ketua Pengurus Masjid / Mushalla dan Ketua RT se Loa Bakung,
Yang Terhormat Bapak/Ibu donatur yang berpartisipasi mensukseskan acara musabaqah;
Yang Terhormat semua Ketua Kafilah beserta segenap anggotanya utusan dari seluruh Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang,
Bapak, Ibu, Muslimiin dan Muslimat hadirin sekalian rahimakumullah.

Perkenankanlah kami dari segenap jajaran Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII terlebih dahulu menyampaikan ucapan terimakasih kepada hadirin sekalian yang telah meluangkan waktu memenuhi undangan kami untuk hadir di tempat ini, di halaman Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Loa Bakung yang pembangunannya masih terus berlangsung dan belum selesai (kalau sudah selesai nanti jika dilihat nampak seperti yang ada pada gambar), semuanya insyaAllah hadir dengan penuh keikhlasan ingin menyaksikan Pembukaan Acara MTQ pada hari ini Selasa malam Rabu tanggal 29 Muharram 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 4 Januari 2011 Miladiyah. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada segenap pihak yang ikut berpartisipasi mensukseskan acara musabaqah sejak persiapan, pelaksanaan sampai dengan penutupan nantinya, diantaranya yang tertera pada spanduk diding samping, Demikian pula kepada segenap pihak yang ikut menyemarakkan suasana pembukaan acara malam ini, ada Paduan Suara SMA Negeri 8 Samarinda, Group Marching Band Gabungan SMP dan SMA Muhammadiyah 2 Karangasam, Group Qasidah TPA Ar-Rasyidin, MC dan peserta yang mengisi stand pasar murah.

Selanjutnya, perlu kami sampaikan laporan Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII sebagai berikut :

A. DASAR PELAKSANAAN

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah;
2. Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 1982 dan Nomor 240 Tahun 1982;
3. Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 240 Tahun 1988 tanggal 20 Maret 1988
4. Instruksi Lembaga Pengembagan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Samarinda Nomor 002/LPTQ-Nas/II/1978;
5. Surat Keputusan Camat Sungai Kunjang nomor 55/647206/XI/2010 tanggal 1 Nopember 2010.

B. TUJUAN

1. Memantapkan semangat ukhuwah Islamiyah;
2. Meningkatkan kualitas seni baca Al-Qur’an;
3. Memantapkan pemahaman dan pengamalan terhadap isi dan kandungan ajaran Al-Qur’an;
4. Membangun partisipasi aktif Ummat Islam dalam rangka membentuk tatanan masyarakat Madani dan Generasi Qur’ani yang ber-akhaqul karimah.

C. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII dilaksanakan insyaAllah Pembukaanya pada hari ini Selasa malam Rabu tanggal 29 Muharram 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 4 Januari 2010 Miladiyah ber tempat di halaman Masjid Jami’ Ar-Rasyidin Jl. Jakarta Kel. Loa Bakung. Selanjutnya pelaksanaan semua musabaqah di pusatkan di kompleks Masjid Ar-Rasyidin sejak pembukaan malam ini sampai dengan tiga hari ke depan dan isnyaAllah akan di tutup pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 3 Shafar 1432 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 8 Januari 20010 Miladiyah.

D. CABANG YANG DIPERLOMBAKAN

1. Musabaqah Tartilul Qur’an;
2. Musabaqah Tilawatil Qur’an ( Golongan anak-anak, Remaja dan Dewasa);
3. Musabaqah Taahfizul Qur’an ( Golongan 1 Juz, 5 Juz, 10 Juz dan 20 Juz);
Untuk Golongan 30 Juz tidak ada peserta;
4. Musabaqah Kaligrafi Al-Qur’an (katagori Dekorasi, Mushaf dan Naskah);
5. Musabaqah Fahmil Qur’an;
6. Musabaqah Syarhil Qur’an;
7. Mushabaqah Tafsir Al-Qur’an; dan
8. Musabah Memahami Kandungan Al-Qur'an

E. KEPANITIAAN

Susunan Personalia Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXXIII Tahun 2011 terdiri dari unsur aparatur dan masyarakat yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang.

F. PENDANAAN

1. Pemerintah Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda;
2. Dana Partisipasi Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang;
3. Sumbangan Masyarakat, Pengusaha, Donatur dan Para Dermawan;
4. Dana bantuan BAZ Kota Samarinda Rp. 5.000.000,-
5. Sponsor Ship.

G. PESERTA DAN OFFICIAL

Peserta Musabaqah yang telah terdaftar hadir mengikuti MTQ Tingkat Kecamatan Sungai Kunjang XXIII sebanyak 7 Kafilah berasal dari 7 kelurahan se Kecamatan Sungai Kunjang dengan jumlah keseluruhan sebanyak 113 orang terdiri dari 61 orang peserta laki-laki dan 52 orang perempuanl. Secara rinci adalah sebagai berikut :

Kafilah Kel. Loa Buah dengan 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, jumlah 10 orang;
Kafilah Kel. Loa Bahu dengan 13 orang laki-laki dan 13 orang perempuan, jumlah 26 orang;
Kafilah Kel. Loa Bakung dengan 10 orang laki-laki dan 8 orang perempuan, jumlah 18 orang;
Kafilah Kel. Krg Asam Ilir dengan 7 orang laki-laki dan 3 orang perempuan, jumlah 10 orang;
Kafilah Kel. Krg Asam Ulu dengan 10 orang laki-laki dan 14 orang perempuan, jumlah 24 orang;
Kafilah Kel. Krg Anyar dengan 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, jumlah 11 orang;
Kafilah Kel. TL Ulu dengan 8 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, jumlah 14 orang; .


H. PESAN

Pesan perlu kami sampaikan kepada segenap hadirin yang mengikuti acara pembukaan malam ini, dan segenap Ummat Muslim seluruhnya agar memperhatikan Firman Allah yang artinya : “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat “ (QS 7 : 204)


I. PENUTUP

Panitia telah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk suksesnya acara yang pembukaannya dilaksanakan pada malam ini, walaupun demikian tidak mustahil di sana-sini masih ada kesalahan dan kekurangan dalam pelaksanaannya, untuk itu kami percaya Bapak/Ibu hadirin sekalian dapat memahami dan berkenan memaafkannnya. Atas segala partisipasi dan bantuan berbagai pihak yang penuh dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridha Allah semata, dengan ini kami ucapkan terimakasih teriring doa : “jazakumullahu khairan katsira, semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik dan lebih banyak”.

Demikian laporan secara ringkas ini kami sampaikan untuk dapat diketahui dan pada saatnya nanti insyaAllah Ibu Camat berkenan memberikan kata sambutan dan Bapak Wakil Walikota Samarinda berkenan membuka acara secara resmi.

Akhirul kalam,
Nuun, Wal Qolami wa maa yasthuruun, Demi kalam dan apa yang mereka tulis.



Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.



SELINGAN:
Dalam menyampaikan laporan, Kunarso sempat menyampaikan selingan kata yang memberikan gambaran tentang keberhasilan pelaksanaan MTQ adalh jika masyarakat telah memahami dan mau mengamalkan Al-Qur'an sehari-hari, tidak mustahul nantinya masyarakat akat mengusulkan penyempurnaan Semboyan Kota Samarinda menjadi SAMARINDA KOTA MAQBUL, M = Maju dan Mandiri penduduknya;
A = Aman suasananya;
Q = Qur’ani masyarakatnya;
B = Bermartabat pemerintahan dan pengusahanya;
U = Unggul kualitas produksinya;
L = lestari lingkungan hidup dan alamnya.

Jika perlu ditambahi lagi A dibelakangnya jadi MAQBULA
A = Aduhai pemuda dan pemudinya.



Acara berikutnya Pelantikan Dewan Hakim Oleh Camat Sungai Kunjang dan disambung dengan Sambutan Camat Sungai Kunjang, Noor Rahmani, SIP, MSi kemudian sambutan Wakil Walikota Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi yang selanjutnya membuka MTQ secara resmi.

Jumat, 24 Desember 2010

WARGA LOA KUMBAR, KINI MASIH BERSABAR


CAMAT Sungai Kunjang Nurrahmani, S.IP, MM beserta rombongan mengadakan kunjungan ke daerah terpencil di wilayah kerjanya yaitu Loa Kumbar, Kamis 23 Desember 2010. Berangkat dari Kantor Kecamatan pukul 08.30 WITA dan kembali sampai di tempat semula pukul 13.00 WITA. Rombongan ber jumlah 19 orang, ikut serta dalam rombongan tersebut Kepala KUA Sungai Kunjang, Ketua dan Anggota BAZ Sungai Kunjang, dokter dari PUSKESMAS Loa Bakung, dan staf Kecamatan Sungai Kunjang.

Secara administratif, Loa Kumbar adalah termasuk wilayah Kelurahan Loa Buah, yaitu RT 19. Sebenarnya lokasi Loa Kumbar tidaklah terlalu jauh, tidak lebih dari 10 km ke arah ulu dari Jembatan Mahulu, hanya saja belum ada akses jalan darat untuk mencapai daerah tersebut, sehingga untuk mencapainya rombongan naik kapal dari dermaga Loa Buah yang perlu waktu sekitar setengah jam.

Walaupun demikian, belum adanya akses jalan darat menuju ke Kelurahan Loa Bahu ataupun ke Kecamatan Sungai Kunjang membuat warga setempat lebih banyak berinteraksi dengan warga Desa Loa Duri di Kabupaten Kutai Kertanegara yang yang untuk mencapainya dengan naik perahu atau ces.

Begitu sampai di dermaga Loa Kumbar yang terlihat bangunan bekas Pabrik Plywood PT Wahana Rimba Kencana yang telah tidak terawat lagi karena telah ditutup. Sekolah Taman Kanak-Kanak yang menempati sebagian bekas kantor kantor perusahaan tersebut sungguh amat memprihatinkan, muridnya tanpa pakaian seragam dan gurunyapun berpakaian seperti biasa pakaian di rumah. Kondisi inilah yang menggugah Camat Sungai Kunjang untuk mengajak rombongannya untuk melihat bersama dan mengharapkan pemikiran untuk memajukannya.

Ketua RT 19 Loa Kumbar Ardiansyah didampingi seorang warganya Abdullah menyampaikan informasi bahwa warganya sebanyak 77 Kepala Keluarga, sebagian bekerja sebagai petani dengan menanam pisang di ladang dan sebagian bekerja mencari pasir di Sungai Mahakam. Semula daerah ini cukup ramai ketika saat itu ada perusahaan plywood masih aktif berproduksi. Namun kini, setelah perusahaan tutup kondisi menjadi sepi, lebih menyedihkan lagi Mushalla yang ada di dalam pagar perusahaan tertutup pagar dan tidak dimanfaatkan lagi, padahal masyarakat memerlukannya.

Pendidikan anak-anak di lokasi ini mengalami kesulitan karena sekolah yang ada di tempat ini hanya TK, sedangkan untuk Sekolah Dasar dan SMP terpaksa sekolah di Loa Duri yang untuk mencapainya perlu naik perahu atau ces menyeberang sungai besar. Anak-anak banyak yang putus sekolah, pemuda yang berusia antara 15 sampai 25 tahun kebanyakan bekerja mencari paser di Sungai Mahakam. Sedangkan orang tua yang bertani dengan tanaman pisang kesulitan untuk memasarkan hasilnya. Hasil produksi pisang biasa dijual ke Pasar Subuh di Loa Janan Ulu, untuk mengangkut pisang ke pasar tersebut warga berangkat dari rumah sekitar pukul dua malam sehingga pagi subuh sampai di pasar dan dibeli oleh tengkulak yang sudah siap membeli dengan harga murah.

Pada kesempatan baik ini, Ardiansyah menyampaikan harapan warga setempat agar kondisi daerah ini yang terisolasi dapat segera diatasi yaitu dengan membangun jalan tembus menuju ke Kelurahan Loa Buah sehingga memudahkan anak untuk bersekolah. “Memang warga kami sampai kini masih bersabar, tetapi tidak ingin terus begini” mungkin demikian yang terbersit di dalam hatinya dan tidak sempat terucapkan.

Pada kesempatan kunjungan kali ini, Camat menyerahkan bantuan sebanyak Rp. 5.000.000,- kepada TK Cahaya Bunda yang diterima oleh Pembina TK Khairiyah, SPd. Dana bantuan berasal dari BAZ Kecamatan Sungai Kunjang.

Khairiyah menyatakan kegembiraannya atas perhatian Ibu Camat yang demikian besar terhadap TK yang dibinanya dan menyampaikan rencananya untuk menggunakan uang tersebut untuk menambah kelengkapan alat peraga dan seragam sekolah.

Kegiatan kunjungan ini juga dirangkai dengan penimbangan Balita di POSYANDU yang menempati Rumah Ketua RT, bersamaan dengan itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Warga masyarakat setempat dengan antusiasme tinggi menyambut rombongan yang datang mengunjungi daerahnya.

Nurrahmani dalam sambutannya memberikan semangat kepada warga agar terus berupaya untuk maju, khususnya anak-anak harus sekolah karena sekolah perlu untuk mendapatkan bekal untuk kehidupan di hari depan. Oleh karena itu, mengajak semua pihak untuk ikut memikirkan pembangunan di daerah ini jangan sampai terus tertinggal seperti ini.

Gambar dan Info lebih lanjut silahkan buka album foto di face book Azkun Kunarso atau http://loabakungceria.blogspot.com

Sabtu, 31 Juli 2010

MASJID JAMI' NURUL HUDA LOA BAKUNG DAN ARAH KIBLAT

Garis merah adalah arah kiblat, dibandingkan dengan arah bangunan lama Masjid Jami' Nurulk Huda Loa Bakung ternyata tidak sama, arah bangunan terlalu ke kiri dibandingkan dengan arah kiblat.

Kamis, 15 Juli 2010

SAAT TEPAT PENENTUAN ARAH KIBLAT






Pada saat matahari tepat di atas ka'bah, Jum'at 16 Juli 2010 pukul 17.27' WITA, maka garis bayangan yang terbentuk dari suatu benda adalah sesuai dengan arah kiblat.











Sahabat angkasa, Muthoha Arkanudin, dibawah ini menuliskan hari khusus dan istimewa buat kaum muslimin, yaitu hari dimana pada jam tertentu merupakan saat matahari tepat berada diatas Kabah. Sehingga mudah bagi daerah-daerah lain untuk mengukur ulang, mengkoreksi atau malah membuat masjid baru yang mengarah ke kiblat.
Hari Meluruskan Arah Kiblat
Oleh : Mutoha Arkanuddin

Istiwa A’dhom, teknik sederhana namun akurat dalam penentuan arah kiblat.

Apakah arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu TIDAK! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat.

Apakah arah kiblat cukup ke BARAT? Sebagaimana yang difatwakan oleh MUI beberapa waktu yang lalu? Jawabannya tentu TIDAK! Sebab di zaman sekarang menentukan arah kiblat semudah membalik telapak tangan (saking mudahnya RED)

“Dan dari mana saja engkau keluar (untuk shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah : 149)

“Baitullah ( Ka’bah ) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku” (HR. Al-Baihaqi)

“Jika kamu mendirikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadap kiblat, lalu takbir, kemudian bacalah apa yang kamu hafal dari qur’an, lalu ruku’ sampai sempurna, kemudian i’tidal sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, kemudian duduk di antara dua sujud sampai sempurna, kemudian sujud sampai sempurna, lakukanlah yang demikian itu setiap rekaat.” (HR. Abu Hurairah)

Dalam ajaran Islam, mengadap ke arah kiblat atau bangunan Ka’bah yang berada di Masjidil Haram adalah merupakan tuntutan syariah dalam melaksanakan ibadah tertentu. Berkiblat wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah Muslim. Menghadap kiblat juga merupakan ibadah sunah ketika tengah azan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.
Theodolit dan GPS dikenal sebagai pengukur arah kiblat yang presisi, namun demikian penggunaan peralatan ini tergolong sulit dan mahal biayanya.

Berdasarkan kebiasaan yang berkembang di masyarakat, terdapat beberapa kaidah yang sering digunakan untuk mengetahui ketepatan arah kiblat. Diantaranya adalah menggunakan kompas kiblat, kompas sajadah atau peralatan canggih seperti pesawat GPS dan theodoliti. Kini, melalui teknologi penginderaan jarah jauh yang disediakan cuma-cuma oleh Google via internet menggunakan software Google Earth atau secara online disediakan oleh situs-situs seperti Qibla Locator atau RHI Qibla Locator yang memanfaatkan fasilitas Google Map Api (GMA) kita dengan mudah dapat mengetahui arah kiblat sebuah bangunan masjid secara visual dan jelas. Namun demikian penggunaan kaidah-kaidah tersebut sering terkendala beberapa masalah. Kompas belumlah dikatakan sebagai alat ukur yang presisi. Sebab dalam penggunaannya, kompas sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut berupa penyimpangan jarum kompas baik oleh variasi magnetik secara global maupun atraksi magnetis secara lokal oleh logam di sekitarnya. Belum lagi skala kompas biasanya terlalu kasar. Sementara, penggunaan GPS dan theodolit untuk mengukur arah kiblat walaupun bisa mendapatkan hasil yang lebih presisi namun dalam prakteknya kedua peralatan tersebut tidak mudah didapatkan karena harganya yang cukup mahal. Walaupun Google Earth maupun fasilitas qibla locator secara online dapat membantu mengetahui arah kiblat secara visual dengan perhitungan yang sangat akurat, namun piranti tersebut bukan merupakan alat ukur yang presisi di lapangan dan hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu.
Pada setiap tanggal 28 Mei dan 16 Juli Matahari tepat berada di atas Ka’bah.

Lantas apakah bisa mengukur arah kiblat secara presisi dengan biaya yang murah? Jawabannya adalah BISA! Yaitu dengan menggunakan fenomena astronomis yang terjadi pada hari yang disebut sebagai yaumul rashdul qiblat atau hari meluruskan arah kiblat karena saat itu Matahari tepat di atas Ka’bah. Fenomena yang terjadi 2 kali selama setahun ini dikenal juga dengan istilah Transit Utama atau Istiwa A’dhom.

Istiwa, dalam bahasa astronomi adalah transit yaitu fenomena saat posisi Matahari melintasi di meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Setiap hari dalam wilayah Zona Tropis yaitu wilayah sekitar garis Katulistiwa antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS posisi Matahari saat istiwa selalu berubah, terkadang di Utara dan disaat lain di Selatan sepanjang garis Meridian. Hingga pada saat tertentu sebuah tempat akan mengalami peristiwa yang disebut Istiwa A’dhom yaitu saat Matahari berada tepat di atas kepala pengamat di lokasi tersebut.
Konsepnya sederhana! Saat Matahari di atas Ka’bah maka semua bayangan benda tegak akan mengarah ke Ka’bah

Hal ini bisa difahami sebab akibat gerakan semu Matahari yang disebut sebagai gerak tahunan Matahari. Ini diakibat selama Bumi beredar mengelilingi Matahari sumbu Bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun Matahari terlihat mengalami pergeseran antara 23,5˚ LU sampai 23,5˚ LS. Pada saat nilai azimuth Matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa A’dhom yaitu melintasnya Matahari melewati zenit lokasi setempat.

Demikian halnya Ka’bah yang berada pada koordinat 21,4° LU dan 39,8° BT dalam setahun juga akan mengalami 2 kali peristiwa Istiwa A’dhom yaitu setiap tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 waktu setempat dan 16 Juli sekitar pukul 12.27 waktu setempat. Jika waktu tersebut dikonversi maka di Indonesia peristiwanya terjadi pada 28 Mei pukul 16.18 WIB dan 16 Juli pukul 16.27 WIB. Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari.
28 MEI 2010 @ 16:18 WIB
16 JULI 2010 @ 16:27 WIB

MATAHARI TEPAT DI ATAS KA’BAH
POSISI MATAHARI = ARAH KIBLAT
BAYANGAN MATAHARI = ARAH KIBLAT
Untuk lebih akurat pengukuran disarankan menggunakan benang besar yang berbandul daripada sekedar menggunakan tongkat yang ternyata sulit membuatnya benar-benar tegak.
Saya menyebut untuk alat benang berbandul tersebut dengan istilah Solar Shadow Tracker (SST) – penjejak bayangan Matahari.

Teknik penentuan arah kiblat pada hari Rashdul Qiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga sudah banyak yang menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa A’dhom tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat yang benar.

Bahkan dengan menggunakan software khusus yang dapat mengetahui pergerakan benda langit secara presisi kapan secara persis terjadinya Istiwa A’dham dapat diketahui. Untuk tahun 2010 ini misalnya menurut software Starrynight Pro Plus Versi 6.3.8 yaitu sebuah software astronomi yang memiliki tingkat ketepatan sangat tinggi, peristiwa Istiwa A’dhom terjadi pada 28 Mei 2010 pukul 12:17:59 WS atau 16:17:59 WIB dan 16 Juli 2010 pukul 12:26:48 WS atau 16:26:48 WIB. Namun secara praktis angka tersebut bisa dibulatkan ke menit.
Tempat yang memungkinkan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli hanya di daerah terang saja.

Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan adalah ke Timur, maka arah bayangan yang menuju ke tongkat adalah merupakan arah kiblat yang benar. Jika anda khawatir gagal karena Matahari terhalang oleh mendung maka toleransi pengukuran dapat dilakukan pada H-2 hingga H+2. Satu hal penting yang harus kita perhatikan adalah JAM yang kita gunakan hendaknya sudah terkalibrasi dengan tepat. Untuk mengetahui standard waktu yang tepat bisa digunakan tanda waktu saat Berita di RRI, layanan telpon 103 atau menggunakan jam atom yang disediakan oleh layanan internet.
Istiwa A’dhom di antipode (Nadir) Ka’bah dapat digunakan sebagai acuan penentuan arah kiblat secara presisi untuk wilayah yang tidak memungkinkan melakukan penentuan arah kiblat pada 28 Mei dan 16 Juli.

Penentuan arah kiblat menggunakan fenomena ini hanya berlaku untuk tempat-tempat yang pada saat peristiwa Istiwa A’dhom dapat secara langsung melihat Matahari. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu Matahari sudah terbenam seperti Wilayah Indonesia Timur (WIT) praktis teknik ini tidak dapat digunakan. Maka ada fenomena lain yang dapat digunakan oleh daerah-daerah tersebut sehingga dapat mengetahui arah kiblat secara presisi. Fenomena itu adalah saat Matahari berada tepat di bawah Ka’bah yaitu saat Istiwa A’dhom terjadi di titik Nadir (Antipode) Ka’bah yang terjadi pada setiap tanggal 13 Januari dan 28 November.

Teknik Penentuan Arah Kiblat menggunakan Istiwa A’dhom :

1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/ langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
2. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter. Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.
3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.
4. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkan penyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’dhom berlangsung.
5. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)
6. Tunggu sampai saat Istiwa A’dhom terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya
7. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.

Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla / langgar saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Semoga cuaca cerah.

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya lebih dikabulkan. Amin.

Keterangan lengkap hubungi Rukyat Hilal Indonesia (RHI) di 0274-552630 atau 08122743082.

CATATAN:
Untuk lebih akurat yg 28 Mei, hari sebelumnya dikurangi 3 menit per hari sesudahnya ditambah 3 menit per hari. Yang 16 Juli hari sebelumnya ditambah 3 menit per hari sesudahnya dikurangi 3 menit per hari. Masih cukup presisi. Kalaupun tidak dikoreksi jg masih ckp akurat krn hanya berbeda 0,2drjt setiap hari atau sekitar 10′ (menit busur) sementara diameter sumber cahaya (matahari) jauh lebih besar yaitu sekitar 0,5drjt atau 30′.

Diarsipkan di bawah: Dongeng Geologi, RuPa-RupI

Info lain, silahkan buka http://azkun.blogspot.com
http://nuruzzaman-blogspot.com
http://nurda-azkun.blogspot.com
http://loabakungceria.blogspot.com

Minggu, 27 Juni 2010

CERAMAH DI MASJID JAMI' NURUL HUDA

Menghindarkan diri dari frustasi:
JANGAN MENDUKUNG BERLEBIHAN
ACARA Ceramah Hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam suasana semarak di Masjid Jami’ Nurul Huda Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda hari Ahad malam Senin tanggal 15 Rajab 1431 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2010 Miladiyah. Ratusan jamaah yang hadir memadati ruangan masjid lantai bawah bangunan baru, nampak tekun mengikuti ceramah sambil berkali-kali melihat ke atas menyaksikan lampu hias yang nampak indah dan anggun bergantung di bawah kubah tengah. Suasana kian semarak karena selain dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Lurah Loa Bakung dan Jajaran Badan Pengelola, acara kali ini juga dihadiri oleh dua orang Calon Wakil Walikota, yaitu Ir. H. Nusyirwan Ismail, MSi dan Ridwan Efendi, SPd., MPd. Bertindak sebagai penceramah adalah K.H. Andi Faizal, Pimpinan sebuah Pesantren di Samarinda Seberang.

AMAL JARIAH
Drs. H.M. Husni Thamrin, Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Jami’ Nurul Huda Loa Bakung dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa acara kali ini sengaja diadakan di bangunan masjid baru yang belum selesai dengan harapan agar segenap jamaah dan warga masyarakat yang hadir dapat menyaksikan kondisi fisik bangunan yang telah dicapai hingga pada saat ini langsung dengan mata kepala sendiri. Diperkirakan kemajuan fisik untuk bangunan utama telah mencapai 85 persen, sementara itu pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pemasangan keramik dinding depan, pemasangan keramik lantai atas dan pemasangan kaca jendela. Kesempatan masih terbuka luas bagi jamaah dan warga masyarakat yang akan beramal jariah dengan berinfaq untuk percepatan penyelesaian pembangunan masjid. Direncanakan mulai bulan Ramadhan tahun ini kegiatan ibadah Shalat Tarwih, Shalat Jum’ah dan kegiatan jamaah lainnya akan dipindahkan dari tempat semula di bangunan masjid lama ke bangunan masjid baru.
Sementara itu, Lurah Loa Bakung, Drs. Samlian Noor, M.Si. dalam kata sambutannya mengingatkan warga masyarakat untuk menjaga kesehatan dalam suasana pergantian musim, di samping itu perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempat yang disediakan, tidak membuang di sungai dan di jalanan. Menjelang Pemilu Kada, diharapkan agar warga masyarakat tetap menjaga kerukunan dan keamanan.
INGAT ALLAH
Mengawali ceramah, K.H. Andi Faizal mengajak jamaah untuk mengingat Allah dengan berdzikir, kemudian beliau menjelaskan bahwa Allah telah memberikan jaminan bagi orang beriman yang mengingat Allah, maka hati mereka menjadi tenang. Ya, dengan ingat Allah hati menjadi tenang, bukan ingat yang lain, katanya menegaskan. Dengan kata lain beliau menjelaskan bahwa Allah tidak menjamin orang yang banyak harta, yang banyak istri, atau yang menduduki jabatan akan mendapatkan hati yang tenang. Bahkan sebaliknya, tidak sedikit orang yang gelisah dan frustasi karena banyaknya harta, banyaknya istri dan jabatan yang tinggi.

JANGAN DUKUNG BERLEBIHAN
Rupanya K.H. Andi Faizal sangat memahami psychologi massa, hal ini terungkap dari ceramahnya yang menyinggung situasi hangat yang sedang berlangsung di masyarakat saat ini. Dikatakannya, bahwa suasana demam menonton pertandingan piala dunia sepak bola dan harap-cemas menjelang PEMILU KADA tidak mustahil juga ada di dalam fikiran jamaah yang hadir di Masjid Nurul Huda. ”Bisa jadi saat ini fikiran sebagian jamaah terbelah dua, antara mendengarkan ceramah dan pertandingan sepak bola yang saat ini sedang berlangsung di Afrika, yaitu Jerman melawan Inggris”, ungkap Andi yang serentak disambut dengan ”gerr” jamaah yang hadir. Dikatakan pula bahwa kehidupan di dunia diibaratkan main bola, dalam permainan bola selalu ada pemain, wasit dan penonton. Kalau dalam permainan bola, sering ada berita saat penonton menyaksikan tim idola yang didukungnya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, maka suasana gembirapun meledak di hatinya dengan sorak sorai memekakkan telinga. Sebaliknya, ketika gawang tim yang didukungnya kemasukan bola, maka kepala sendiripun dipukulnya. Bahkan sering terjadi yang lebih parah lagi, pendukung setia tim idola mengamuk tidak terkendali begitu usai menyaksikan tim yang didukungnya ternyata terkalahkan. Saat ini, syetan sedang bersedih karena sedang menonton jamaah sekalian mendengarkan ceramah di masjid, mengabaikan ajakannya untuk bermalasan di rumah.
Akhirnya, Andi berpesan kepada jamaah agar jangan mendukung berlebihan kepada siapapun, insyaAllah dengan cara demikian dapat menghindarkan diri dari frustasi. Cukup sudah, banyak pelajaran tentang adanya pihak yang frustasi berbuat tak terkendali akibat kegagalan idola yang didukung setengah mati.
Info lengkap buka: http://azkuna.blogspot.com

Rabu, 05 Mei 2010

MENGENTIKAN KEBIASAAN MEROKOK

Pengajian Keluarga di Islamic Center Kalimantan Timur Jl. Slamet Riyadi Samarinda pada hari Ahad, 26 Rabi'ul Akhir 1431 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 11 April 2010 Miladiyah membahas tentang Hukum Merokok.

PENGAJIAN BERKALA
Kunarso, Sekretaris Majelis Wakaf, Zakat, Infaq dan Shadaqah PWM Kalimantan Timur dalam kata sambutannya mewakili PWM Kaltim menyampaikan informasi bahwa Pengajian Keluarga di Islamic Center adalah Pengajian Berkala diadakan sekali setiap bulan pada hari Ahad Kedua mulai pukul 08.00 sampai dengan 09.30 WITA. Pengajian yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PWM Kaltim ini dirancang untuk menghadirkan pencermah secara berselang-seling, setelah dua kali penceramah lokal dari Kalimantan Timur diselingi penceramah dari luar Kaltim. Seyogyanya untuk kali ini adalah jadwal untuk penceramah dari luar Kaltim, namun demikian karena sesuatu hal maka penceramah kali ini adalah dari Kaltim, yaitu Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Kaltim Drs. Ikhsanul Karim. Adapun topik yang dibahas dalam ceramah kali ini adalah yang sedang hangat dalam pemberitaan media masa sehingga perlu disimak dengan cermat, apalagi setelah ceramah disediakan waktu untuk diskusi.

HUKUM MEROKOK
Dalam ceramahnya, Ikhsanul Karim mengangkat topik tentang Hukum Merokok berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta tentang dalil yang diambil sehingga keluar fatwa tersebut sebagai berikut :

a. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khabaa’its yang dilarang dalam Q 7:157,

b. Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga itu bertentangan dengan larangan al-Quran dalam Q 2:195 dan 4:29,

c. Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif plus mengandung 4000 zat kimia, 69 di antaranya adalah karsinogenik/pencetus kanker (Fact Sheet TCSC-AKMI, Fakta Tembakau di Indonesia) sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi kesehatan. Oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi saw bahwa “tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”

d. Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan sesuatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadits Nabi saw yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan,

e. Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelanjaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam Q 17:26-27,

f. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqaasid asy-syariiah) yaitu (1) perlindungan agama (hifz ad-diin), (2) perlindungan jiwa/raga (hifz an-nafs) lih. No.11, (3) perlindungan akal (hifz al-‘aql) lih. No. 12 & 13, (4) perlindungan keluarga (hifz an-nasl) lih. No. 12 & 13, dan (5) perlindungan harta (hifz al-maal).

Tentang hukum fatwa ini bagi bukan perokok dijelaskan bahwa wajib menghindarkan diri dan keluarganya dari percobaan merokok sesuai dengan Q 66:6 yang menyatakan, “Wahai orang-orang beriman hindarkanlah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Sedangkan bagi mereka yang saat ini sudah menjadi perokok maka fatwa ini ditetapkan dengan mengingat prinsip at-tadriij (berangsur), at-taisiir (kemudahan), dan ‘adam al-kharaj (tidak mempersulit). Mereka yang telah terlanjur menjadi perokok wajib melakukan upaya dan berusaha sesuai dengan kemampuannya untuk berhenti dari kebiasaan merokok dengan mengingat
Q 29:69,
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik,”
Q 2::286:
“Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya; ia akan mendapat hasil yang ia usahakan dan memikul akibat perbuatan yang ia lakukan;”
Sementara itu pusat-pusat kesehatan di lingkungan Muhammadiyah harus mengupayakan adanya fasilitas dalam memberikan terapi guna membantu orang yang berupaya berhenti merokok.

DISKUSI POSITIF
Diskusi positif terjadi setelah ceramah selesai, pertanyaan tentang bagaimana mengatasi nasib petani tembakau, bagaimana menghentikan bagi yang sudah terlanjur memiliki kebiasaan merokok sampai dengan cara bagaimana bagaimana menghindarkan anak agar tidak merokok.
Tentang nasib petani tembakau, Ikhsanul Karim menjelaskan bahwa petani umumnya punya sumber penghasilan selain dari tembakau sehingga hal itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Dalam hal ini Kunarso yang berasal dari Madiun menyampaikan informasi bahwa di desanya yang dulu banyak petani menanam tembakau, saat ini telah berganti dengan tanaman tebu, ternyata tidak menimbulkan masalah bahkan ternyata lebih menguntungkan.
Seorang jamaah ada yang menyampaikan pengalamannya yang sudah sejak lama ingin belajar merokok, tetapi sampai dengan saat ini tidak pernah berhasil karena tidak juga bisa merasakan nikmatnya.
Tentang tips untuk menghentikan merokok disampaikan oleh Kunarso, yaitu dengan cara merokok tanpa menyalakannya dengan api, insyaAllah dengan demikian lama-kelamaan akan bosan merokok.
Amir Hadi, Ketua Majelis Tablig dan Dakwah Khusus PWM Kaltim mengungkap adanya informasi bahwa "MEROKOK ADALAH JEMBATAN EMAS MENUJU NARKOBA", oleh karena itu perlu upaya sungguh-sungguh bagi yang belum untuk menjauhi kebiasaan merokok dan bagi yang sudah perlu Menghentikan Kebiasaan Merokok, jika tidak bisa sekaligus maka dapat dilakukan secara bertahap.
Tentang menghindarkan rokok bagi anak-anak, isnyaAllah dengan memasukkan mereka ke sekolah Muhammadiyah akan dididik kebiasaan untuk tidak merokok.
Acara pengajian berakhir pada pukul 09.30 WITA dengan menanamkan tekad kuat bagi segenap jamaah untuk menhindarkan diri dan keluarganya dari kebiasan merokok yang berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh.

Selanjutnya, silahkan baca AKU BUKAN LAGI PEROKOK !!!
http://www.facebook.com/group.php?v=wall&ref=ts&gid=58871337135#!/group.php?gid=60994294477&ref=search&sid=100000457866691.1273698452..1

http://www.facebook.com/group.php?v=wall&ref=ts&gid=58871337135#!/group.php?gid=60994294477&ref=search&sid=100000457866691.1273698452..1
http://azkun.blogspot.com.